GODOKAN


Di Ujung Ramadhan 

Nyata sekali target disyariatkan pelaksanaan Ibadah Puasa sesuai isi Al-Baqoroh 183 yakni agar manusia beriman bisa berada pada rel kehidupan yang ditempuh manusia Taqwa. Banyak sekali ciri atau karakter manusia bertaqwa itu baik ia yang dapat dilihat secara lahir dalam fenomena kehidupan dikesehariannya, juga yang sifatnya bathiniah, seumpama seseorang yang stabil jiwanya ditandai dengan munculnya  sosok  yang mampu mengendalikan dan menguasai diri.

Beberapa sifat yang mesti.ditinggakkan sebagai bukti kemampuan seseorang menguasai diri adalah "menjauhi fitnah dan qhibah". Ambil misalnya qhibah. Yakni sesuatu yang ada melekat pada diri orang tapi seseorang merasa tidak enak hati bila dibilang bilang, Adalah Rasulullah saat melihat perlakuan Sahabatnya yang satu pada sahabat yang lain ketika mereka Sahabatnya yang dua ini mau berjalan bersama. Si sahabat yang badannya tinggi layaknya orang Arab, mengangkat tangannya di atas kepala Sahabatnya yang badannya pendek, seraya ketawa dan memberi isarat kepada Rasulullah bahwa "dia ini pendek...bahasa gaulnya samekot dibanding saya dan dirimu Ya Rasululloh....

Lalu pada kesempatan ketika sinsamekot tadi tidak lagi satu majelis, maka Rasululloh saw menegur Sahabat yang berbadan normal tadi. Pulan janganlah lakukan Perbuatan GHIBAH seperti tadi  yakni memberi tau saya kalo dia berbadan pendek, tentu dia tidak enak rasa bila tau klo dia diketawai atau dibicarakan, itulah perbuatan Ghibah. Mengatai orang yang memang isi pembicaraan itu betul ada sama dirinya...tapi tidak boleh dilakukan.

Seandainya, produk puasa kita ini mampu membentuk pribadi pribadi yang dapat jauh dari sifat Ghibah, maka tentu situasi sosial kita jauh lebih aman dan perbuatan Fithnah yang lebih dahsyat lagi bisa dicegah....

Wallohu'alam...Salam Ramadhan...memasuki malam ke 28....

1 komentar:

  1. Semoga kita bisa menghindari diri kita dari ghibah dan fitnah aamiin
    Syukron pak atas ilmunya

    BalasHapus