UMAT KURANG ZIKIR PENUH PIKIR (bag 1)


Bila kita telusuri sejarah hidup Rasulullah saw, menjelang beliau diangkat menjadi Rasul dengan formal menerima Wahyu Pertama, beliau seperti mengalami keresahan luar biasa, mungkin mendekati depresi dalam istilah saat ini. 

Kenapa tidak? Bukan saja masyarakat Mekkah yang abai terhadap nilai kemanusiaan dan menentang ajaran "agama hanif" yang sangat dipatuhi oleh Bani Hasyim klien dan leluhurnya. Tapi juga hampir semua bangsa diseantero jagat menyimpang sejauh jauhnya dari ajaran kepatutan. Katakan saja di Persia, bisa bisanya disana Anak dan Bapak bersaing untuk memperoleh layanan seksual dari Ibu dan anak perempuan yang ada dalam rumah.

Begitu juga dibelahan bumi lain, misalkan India, manusia disana membuat jurang dan jarak kemanusiaan dengan  kasta mulai dari kasta yang badannya manusia tapi statusnya sangat hina hingga mendekati binatang. Pada sisi lain sesama manusia berdiri dikasta yang dianggap unggul dan muncul sebagai manusia istimewa, dipuja, disanjung dan hingga dilayani.

Lain lagi di Eropa dengan prinsip dewa Olympus, segala sesuatu yang ingin dimiliki dengan terhormat harus lewat laga maka manusia terhormat adalah yang kuat-juara. Sebaliknya yang lemah mesti nyadar akan menjadi hina.

Hingga Rasulloh saksikan betapa saat itu dunia rapuh pada titik terendah utamanya sisi nilai humanitas. Sekeji apalagi bila bayi bayi perempuan mesti dikubur sebab sangat mengundang masalah kedepannya bila ia bertahan hidup menjadi manusia dewasa.

3 komentar:

  1. Alhamdulillah materi yg ini sangat mendasar ayah,namun bila ditelusuri secara serius semakin sangat tdk jarang dijumapi direlita kehidupan sekarang,mantap jazakallohu khoir pk

    BalasHapus
  2. Luar biasa pendalaman sufistiknya ayah lewat pemahaman sejarah dan peradaban yg ada pada masanya hingga sampai sekarang,pokoknya keren sekali ayah

    BalasHapus
  3. Luar biasa pendalaman sufistiknya ayah lewat pemahaman sejarah dan peradaban yg ada pada masanya hingga sampai sekarang,pokoknya keren sekali ayah

    BalasHapus